Ramadhan comes again !! yeeea...so happy....!!!
Allhamdulillah...Allah masih memberi kesempatan pada diri ini untuk mengecap Ramadhan tahun ini.
Ya...Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Baik di dalam maupun di luar negri, semua bergembira dan bersuka cita menyambut bulan yang agung. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan yang melipat gandakan setiap amalan yang dilakukan walau sebesar biji zarah sekalipun.
Ada dua jenis kategori manusia yang menyambut bulan Ramadhan.
Yang pertama adalah, jenis manusia yang betul-betul menginginkan bulan ini datang dan mereka menyambutnya dengan suka cita. Bagi mereka, bulan ini adalah "Lumbung Emas" untuk mereka bisa mengumpulkan sebanyak mungkin pahala dan berusaha untuk beribadah bersungguh-sungguh. Pergi ke mesjid untuk sholat lima waktu, sholat taraweh, berzikir, membaca al-quran dan sholat malam adalah kegiatan yang akan mereka lakukan setiap hari. Tak ada satu haripun bahkan satu menitpun yang terbuang sia-sia untuk mereka mengumpulkan bekalan amal yang berlipat ganda di bulan ini.
![]() |
| Perbanyaklah membaca Al-qur'an, berzikir dan berdo'a di bulan Ramadhan |
Yang kedua adalah, jenis manusia yang menyambut bulan Ramadhan ini hanya dengan bersuka ria saja. Mereka menganggap bulan inilah bulan dimana mereka mulai menunjukkan kesibukan, baik dari segi mencari materi ataupun mengurus serba-serbi hari raya. Mereka lebih fokus kepada hal-hal yang berkaitan dengan duniawi. Bisa disebut bulan ini adalah bulan "Unjuk Kekayaan". Mengapa saya mengatakan begitu? Ya..dibulan inilah mereka akan menunjukkan seberapa kelasnya berbagai barang didalam rumah mereka, mulai dari gorden pintu, hiasan rumah, tempat kue-kue raya, piring mangkuk dan gelas yang serba waaah. Bahkan jenis kue raya ataupun baju raya yang menyilaukan mata , yang tak cukup hanya satu pasang tapi lebih dari tiga pasang pun telah menujnukkan seberapa "kaya"nya mereka dari segi duniawi. Dari segi akhirat??? haa...inilah saat mereka lupa akan akhirat yang seharusnya lebih mereka utamakan. Mereka lupa, jika semuanya itu adalah milik-Nya. Seandainya Dia berkehendak, pada saat itu juga semuanya bisa hilang. Tiada lagi yang membedakan si kaya dan si miskin, si kurang dan si lebih, si cantik dan si buruk. Semuanya akan sama, seperti mana sama rendahnya kita bersujud pada saat sholat.
Itulah dua jenis golongan manusia yang menyambut Ramadhan di setiap tahun, yang selalu saya perhatikan. Tapi itu orang lain menurut pandangan saya. Lalu...dimanakah posisi saya dalam postingan kali ini?? Mungkin posisi saya di tengah-tengah antara jenis golongan pertama dan kedua tapi itu menurut saya lho....pandangan orang lain?? who knows?
Jujur saya katakan, saya bukanlah dari jenis golongan yang menyambut Ramadhan dengan menjalankan ibadah yang khusyuk dari mulai tarawih, Taddarus, sholat malam dan lain-lain sebagainya, tapi insya allah saya pun bukan dari jenis golongan yang terlalu sibuk dengan kegiatan raya yang sampai melupakan yang seharusnya kita lakukan. Saya hanya menjalankan yang wajib-wajib saja seperti sholat lima waktu, puasa dan membaca Al-quran (walau tak sampai satu juz dalam satu malam) tapi saya berusaha untuk melakukannya sebisa saya. Tarawih ?? insya allah di usahakan...





0 komentar:
Posting Komentar